Menuju Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Edukasi Pelajar Tentang Kebencanaan di SDN 5 KENDIT

Pemerintah Kota Situbondo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat berupaya memperkuat kemampuan pelajar mengenai mitigasi bencana pelajar dengan  memberikan edukasi ke sekolah-sekolah, salah satunya di SDN 5 KENDIT 


Kegiatan edukasi berupa sosialisasi kebencanaan pelajar ini dimaksudkan dalam rangka menuju Sekolah Tangguh Bencana.
 
Asisten Pembangunan Setda Kota Situbondo mewakili Walikota Situbondo, menuturkan bahwa dengan diberikan sosialisasi ini akan semakin menambah pengetahuan dalam meningkatkan SDM, pengetahuan dan koordinasi di seluruh elemen masyarakat khususnya pada warga sekolah, mengingat bencana terjadi sewaktu-waktu.
 
"Sesuai dengan tema sosialisasi hari ini Menuju Sekolah Tangguh Bencana, dimana Sdn 5 kendit ini telah beberapa kali mengalami musibah banjir  di Blimbingan Kendit Kota Situbondo. Oleh karena itu, seluruh warga SDN 5 KENDIT diharapkan untuk lebih memahami potensi bencana yang terjadi sewaktu-waktu baik banjir, sebagainya agar lebih antisipatif dan siap sedini mungkin
kegiatan mitigasi dan penanganan bencana mutlak diperlukan dan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi resiko bencana yang ditimbulkan.
 
"Kami mengajak peserta sosialisasi harus lebih peka dan peduli karakteristik bencana yang terjadi, meningkatkan koordinasi antar sesama dalam penanggulangan bencana. Sebab, bencana dapat datang dimanapun dan kapan saja serta terjadi pada siapapun
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Situbondo,mengungkapkan untuk menuju sekolah tangguh bencana, diperlukan beberapa indikator diantaranya pemahaman warga sekolah tentang kebencanaan dan sarana dan prasarana memadai yang harus dimiliki sekolah.
 
"Termasuk di daerah SDN 5 KENDIT ini merupakan daerah yang berpotensi bencana banjir rob sehingga perlu dibekali pelatihan-pelatihan kebencanaan paling tidak satu semesternya,
 
Disampaikan para anak didik atau pelajar bahkan siapapun sangat penting untuk mengetahui materi tanggap bencana. Pasalnya, pengetahuan tentang bencana sebagai cara pencegahan dini, mengantisipasi apabila terjadi bencana, agar tetap tenang atau tidak panik.
 
"Saat terjadi bencana maupun hendak membantu mengevakuasi korban, yang pertama dilakukan adalah mempunyai rasa percaya diri dan kemampuan kebencanaan yang disertai dengan tetap tenang. Harapannya, ke depan di tingkat sekolah dan masyarakat terus menerus kami upayakan pembekalan sosialisasi kebencanaan untuk mengurangi resiko bencana seperti penanganan evakuasi mandiri
 
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, setelah pemberian materi kebencanaan dari Kepala Pelaksana BPBD setempat, Kota Situbondo,para pelajar diberikan simulasi evakuasi mandiri penanganan bencana banjir, gempa bumi dan kebakaran oleh Satgas BPBD Kota Pekalongan yang telah berpengalaman dan mumpuni di bidangnya.